Budaya
sangat erat kaitannya dengan hidup manusia, karena budaya berkembang dan tumbuh
dikarenakan ada manusia yang hidup. Seperti menurut Lehman, Himstreet, dan Batty mengartikan budaya sebagai
sekumpulan pengalaman dalam hidup yang ada pada suatu masyarakat tertentu.
Pengalaman hidup itu dapat berupa perilaku, kepercayaan dan cara hidup suatu
masyarakat. Sedangkan menurut Parsudi Suparian, budaya akan melandasi tingkah
laku dalam masyarakat. Karena budaya adalah seluruh pengetahuan manusia yang digunakan untuk memahami lingkungan dan
pengalaman yang terjadi padanya. Dari pengertian tersebut dapat kita tarik
kesimpulan bahwa budaya akan ada jika ada masyarakat atau sekolompok manusia.
Dan budaya erat kaitannya dengan hidup manusia.
Indonesia yang merupakan negara besar ini
juga tentu memiliki budaya. Bahkan Indonesia memiliki budaya dan kebudayaan
yang beragam. Oleh karena itulah ada semboyan yang sering kita dengar yaitu “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya adalah
berbeda tetapi tetap satu. Jika diimplementasikan terhadap budaya yang ada di
Indonesia adalah walaupun budaya di negara kita ini ada banyak dan terkadang
saling bertolak belakang, tetapi tetap satu.
Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya
zaman budaya semakin tergerus dan terseret-seret. Budaya di Indonesia pun tak
luput dari hal tersebut. Banyak generasi muda yang tidak mengethui dantidak mau
tahu mengenai budayanya sendiri. Mereka terlalu larut akan kecanggihan
teknologi dan gadget yang ada saat
ini.
Seakan menyadari hal tersebut, Universitas
Pendidikan Indonesia(UPI) Bandung khususnya Fakultas Pendidikan Budaya dan Seni
mengadakan sebuah kegiatan yang dinamakan Pasar Budaya. Pasar Budaya tersebut
diisi dengan berbagai workshop
kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya adalah untuk
mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta para generasi muda kepada budaya
Indonesia. Selain daripada itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan
dan menyadarkan tentang pentingnya bertenggang rasa dan saling menghargai satu
sama lain walaupun kita berbeda budaya.
Kegiatan Pasar Seni ini dilaksanakan pada
hari senin, selasa, dan rabu atau pada tanggal 11, 12, dan 13 Mei 2015.
Kegiatan ini berlangsung dengan sangat baik dan terkoordinir dengan baik. Untuk
kunjungan dari setiap fakultas sudah dijadwalkan, sehingga tidak akan terjadi
desak-desakan. Jurusan saya mendapatkan jadwal pada hari rabu tanggal 13 Mei
2015 pukul 08.30 WIB.
Pada saat kita sampai kita harus melakukan
registrasi terlebih dahulu dan dibagi kedalam berbagai kelompok. Setelah kuota
kelompok terpenuhi maka kita dibimbing oleh panitia selaku pemandu kita dalam
mengunjungi Pasar Budaya. Setelah selesai registrasi dan dibagi kedalam
kelompok kita diarahkan ke dalam ruang video yang terletak di lantai 2. Di
ruang tersebut kita ditunjukkan sebuah video mengenai latar belakang
diadakannya kegiatan Pasar Budaya dan aturan serta sistematika dalam kunjungan
Pasar Budaya.
Setelah selesai kita lalu diarahkan ke
workshop budaya yang ada. Saya diarahkan kepada workshop rence melati dan bilik
bambu. Didalam workshop tersebut kita akan diterangkan mengenai budaya tersebut
dan kita akan diajari bagaimana cara membuat kerajinan yang termasuk budaya
tersebut.
Rence melati merupakan sebuah kerajinan yang
telah menjadi budaya di negara Indonesia tercinta. Rence melati terus melekat
dan mengiringi kita selama kita hidup. Dari mulai kita berada dalam kandungan
rence melati ada, yaitu pada saat diacara 7 bulanan calon ibu biasanya
melakukan upacara siraman dan badannya akan dihias oleh rence melati. Lalu pada
saat kita menikah rence melati juga pasti ada. Dan pada saat kita meninggal,
rence melati pun tetap ada. Maka dari itulah bunga melati disebut-sebut sebagai
salah satu dari bunga puspa bangsa.
Bilik bambu merupakan sebuah kerajinan yan
terbuat dari bambu. Pada zaman dahulu bambu digunakan sebagai dinding atau
tembok oleh nenek moyang kita. Banyak kelebihan dari menggunakan bilik bambu
sebagai dinding rumah, antara lain adalah anti gempa dan anti rayap sehingga
membuat bilik bambu dapat bertahan lebih dari 40 tahun. Hampir sama dengan
rence melati, bilik bambu dan anyaman bambu mengiringi kita dari kita lahir
sampai dengan kita meninggal. Namun, seiring berkembangnya zaman bilik bambu
sudah mulai ditinggalkan dan tidak diminati lagi. Tetapi sekarang para perajin
bilik bambu mulai melakukan inovasi terhadap anyaman bambu ini. Yaitu dengan
menjadikan anyaman bambu sebagai hiasan untuk di cafe-cafe.
Dari kedua budayaan tadi dapat kita tarik
kesimpulan bahwa budaya berkembang dalam lingkungan masyrakat dan abadi. Budaya
akan terus berkembang dan hidup walaupun manusia yang ada sebelumnya mati. Karena
budaya akan terus diwariskan kepada generasi ke generasi. Selain itu pula
budaya merupakan saksi bisu dari sejarah sebuah masyarakat dan negara. Budaya
dapat mengungkapkan lebih daripada kata-kata maupun catatan sejarah manapun.
Selain itu pula budaya memiliki kaitan erat dengan bahasa, karena sebelum ada
bahasa budaya sudah terlebih dahulu berkembang daripada bahasa. Lalu bahasa
juga merupakan salah satu bagian daripada budaya maupun kebudayaan. Karena
bahasa merupakan hasil cipta karsa masyarakat maupun sekelompok manusia yang
kemudian dilakukan secara berulang dan diturunkan secara turun menurun. Menurut
saya pengertian tersebut sama dengan pengertian budaya.
Akhirnya dapat saya simpulkan bahwa budaya
itu sangat penting dan erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Karena budaya
merupakan bagian dari kehidupan manusia. Oleh karena itu kita harus
melestarikan budaya kita dan saling menghargai kebudayaan yang berbeda dengan
budaya kita. Salah satu cara dari melestarikan budaya kita adalah dengan
menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Karena bahasa indonesia
merupakan salah satu warisan budaya dari nenek moyang kita yang diperjuangkan
dengan susah payah. Hidup Mahasiswa!!

